Teknologi Wireless Charging yang Dibutuhkan Manusia Modern

Teknologi Wireless Charging

Teknologi wireless charging sepertinya menjadi salah satu teknologi yang kegunaannya sangat dibutuhkan oleh manusia zaman sekarang. Tidak dapat dipungkiri sama sekali ke mana pun setiap orang pergi rasanya selalu membawa kabel charger atau power bank untuk mengisi daya smartphone Anda. Terbayang, ya, kalau sekarang mengisi daya tidak perlu kabel, tentu jauh lebih praktis penggunaannya.

Sejak tahun 2017 lalu sebenarnya teknologi seperti ini sudah diterapkan dalam beberapa brand smartphone terkenal seperti Samsung dan juga Apple. Hanya saja tidak semua tipe mendukung fitur untuk melakukan wireless charging. Daya yang digunakan sama, yakni berupa listrik, namun alirannya tidak melalui kabel. Fasilitas ini biasanya ditemukan pada jenis smartphone premium atau high end.

Jauh sebelum Samsung dan Apple menyebarluaskan teknologi wireless charging, sebenarnya sudah lebih dulu ada Palm Pre yang menggunakan fasilitas ini tahun 2009. Namun, sayangnya respons masyarakat tidak begitu bagus, sehingga tidak berkembang dan terkesan lewat begitu saja. Bukan hanya Samsung dan Apple yang mengusung teknologi tersebut, melainkan Nokia, LG, Lenovo, dan lainnya pun sama.

Cara Kerja Wireless Charging

Pada dasarnya prinsip sistem wireless charging adalah listrik ditransfer ke dua benda melalui kumparan tertentu. Ada kumparan primer selaku charger dan kumparan sekunder yang letaknya di belakang ponsel. Cara kerjanya komponen listrik diubah dulu menjadi dua arah dengan frekuensi tinggi current atau AC.

Arus dua arah ini dikirim oleh rangkaian pemancar ke kumparan pemancar itu sendiri. Arus ini membuat medan magnet berubah di kumparan pemancar. Selanjutnya medan magnet yang terinduksi itu akan memberikan aliran listrik yang meluas ke kumparan penerima dengan ketentuan sejauh jarak tertentu.

Perangkat penerima akan mendapatkan arus listrik yang dihasilkan dari teknologi wireless charging medan magnet tersebut. Nantinya arus listrik yang diterima perangkat pengisi daya diubah dulu menjadi arus searah atau DC. Ketika sudah terubah, barulah ponsel Anda bisa menerima daya dari wireless charging. Satu kesatuan ini harus berjalan dengan baik supaya bisa mengisikan daya dengan baik juga.

Kelebihan Menggunakan Wireless Charging

Sekarang, apa sebenarnya kelebihan dari menggunakan teknologi wireless charging dibandingkan charger biasa? Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan, pertama tidak membutuhkan kabel, sehingga tidak ribet dan jauh lebih cepat pengisian dayanya. Kerusakan USB juga tidak akan terjadi karena tidak dipergunakan kabel yang rentan terhadap kerusakan untuk mengisi daya pada ponsel Anda.

Kelebihan lainnya adalah jauh lebih praktis daripada charger kabel karena ketika daya sudah terisi penuh, benda akan memberikan notifikasi. Untuk menghentikan pengisian daya, Anda cukup menjauhkan smartphone dari pengisi dayanya saja. Khusus baterai lithium, daya akan otomatis terisi sendiri jika dibutuhkan atau ketika handphone selesai digunakan dan didekatkan kembali ke magnet.

Menggunakan teknologi wireless charging ini bisa lebih fleksibel karena Anda bisa menggunakannya di mana saja, sekalipun tidak ada colokan listrik. Terutama untuk Anda yang kerap bepergian karena urusan pekerjaan atau sekadar hobi, meletakkan wireless charging di mana saja jelas sangat membantu.

Itu dia pembahasan tentang cara kerja singkat wireless charging dan beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan. Di samping dari pembahasan tersebut, tentu masih banyak hal yang bisa didapatkan. Hal yang jelas manfaatnya adalah menambah kenyamanan menggunakan smartphone, di mana pun Anda berada dan tidak perlu takut sewaktu-waktu kehabisan baterai. Itulah beberapa manfaat dari teknologi wireless charging.